Plt Asda 1 Ade Hendar Wakili Wali Kota Hadiri Sekaligus Membuka Kegiatan Akademi Kader PD DMI Kota Tasikmalaya

Misi pertama kita menegaskan terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas dan kehidupan sosial masyarakat yang religius dan berbudaya. Karena itu, dalam tujuh program prioritas daerah terdapat Tasik Religius sebagai salah satu instrumen penguatan karakter masyarakat.

Tasik Religius bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan.
Semangatnya adalah bagaimana nilai agama benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat: dalam pendidikan, keluarga, hubungan sosial, kepedulian kepada sesama, sampai dalam cara kita menjaga kota.

Baca Juga:Hindari Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Disdikpora Cianjur Perpanjang PJJ Bagi Siswa

Pemerintah Kota terus mendorong fasilitasi kehidupan keagamaan, pendidikan diniyah, sarana keagamaan, penguatan zakat, infak, sedekah dan wakaf, termasuk pembinaan generasi Qur’ani melalui program SI OHAN HAFIZH. Di sinilah saya melihat DMI dan DKM mempunyai posisi yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah.

Pemerintah mempunyai program, DMI mempunyai jaringan, dan DKM berada langsung di tengah masyarakat. Kalau tiga kekuatan ini berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar.

Kemitraan itu bisa diwujudkan melalui penguatan literasi Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, kebersihan lingkungan masjid, kepedulian terhadap keluarga rentan, penguatan moderasi beragama, sampai penyampaian informasi program pemerintah yang memang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam hal fasilitasi pemerintah, termasuk bantuan sarana keagamaan, semuanya tentu harus berjalan sesuai ketentuan, mekanisme, kemampuan fiskal daerah dan prinsip akuntabilitas. Yang perlu kita kuatkan adalah komunikasi agar kebutuhan di lapangan dapat dipetakan dengan baik dan kebijakan pemerintah tepat sasaran.

Baca Juga:Usai di Kabupaten Indramayu, BRI Peduli Lanjut Berikan Bantuan Perbaikan RTLH Bagi KRS di Kabupaten Ciamis

Saya ingin menitipkan satu ukuran sederhana untuk Akademi Kader DMI ini. Keberhasilannya bukan diukur dari berapa banyak peserta yang hadir atau berapa banyak sertifikat yang dibagikan, tetapi dari perubahan yang dibawa para kader ketika kembali mengurus masjid di wilayahnya masing-masing.

Saya berharap DMI terus menjaga kaderisasi secara berkelanjutan. Kita membutuhkan kader yang mempunyai ilmu, akhlak, kemampuan manajerial, kepekaan sosial, serta kemampuan membaca perubahan zaman. Kader yang mampu menenangkan ketika ada perbedaan dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Momentum ini juga bertepatan dengan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya dengan semangat “Langkahku t Santun, Jiwa Tangguh”. Menurut saya, kader masjid adalah salah satu gambaran nyata dari semangat itu: santun dalam akhlaknya, tangguh dalam pengabdiannya.

“Semoga kegiatan ini melahirkan kader-kader yang mampu memakmurkan masjid, menguatkan umat, serta menjadi mitra pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Tasikmalaya, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *