Sebanyak 894 Mahasiswa Baru Universitas Sangga Buana YPKP Bandung Ikuti PKKMB Tahun 2026

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemandirian dalam berpikir dan mengenal jati dirinya agar mampu menjalankan peran di tengah masyarakat.

“Jangan biarkan pola pikir kita diperbudak, jangan biarkan pola pikir kita dijajah. Karena kemerdekaan manusia dimulai dari kedaulatan pikirannya,” katanya.

Dharma berharap nilai tersebut dapat tumbuh dari mahasiswa Universitas Sangga Buana. Ia meyakini perubahan besar dapat dimulai dari kesadaran setiap individu.

“Ketika mereka sadar, percaya sama saya, Indonesia akan beres mulai dari mahasiswa Sangga Buana ini. Karena mereka paham. Ingat, satu orang bisa mengubah dunia, apalagi mereka banyak orang,” ujarnya.

Baca Juga:Asah Kesiapsiagaan, Sispamkota Purwasuka Perkuat Sinergi Hadapi Gangguan Keamanan

Salah seorang mahasiswa baru, Muhammad Okta Fadilah, mengaku memilih USB YPKP setelah mencari berbagai informasi mengenai perguruan tinggi yang akan menjadi tempatnya melanjutkan pendidikan. Mahasiswa asal Kota Bandung yang mengambil Program Studi Teknik Mesin itu sebelumnya sempat mencoba masuk perguruan tinggi negeri.

“Awalnya saya tidak lolos masuk PTN. Setelah itu saya sempat bingung mau kuliah di mana. Kemudian saya mencari informasi dan menemukan Universitas Sangga Buana YPKP. Setelah saya cari tahu lebih lanjut, ternyata Sangga Buana YPKP termasuk kampus yang sudah memiliki predikat unggul. Selain itu, sejarah pendidikannya juga sudah cukup bagus. Karena itu saya tertarik dan akhirnya memutuskan kuliah di sini,” tutur Okta.

Menurutnya, berbagai program yang ditawarkan USB YPKP turut menjadi pertimbangan dalam memilih kampus tersebut.

Baca Juga:Diky Chandra Hadiri Ngaruat Warisan Budaya Nagara, Ajak untuk Kembalikan Budaya Guyub

“Menurut saya, Sangga Buana YPKP merupakan kampus yang bagus dan sangat membantu mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di sini juga banyak program yang disediakan, seperti program belajar ke luar negeri maupun peluang bekerja ke luar negeri,” katanya.

Ketua Yayasan YPKP Apresiasi Kinerja Rektor dan Tim

Ketua Yayasan YPKP, Prof. Dr. H. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., CHRM., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya PKKMB tahun ini. Ia menyoroti kondisi perguruan tinggi swasta di Jawa Barat yang saat ini mengalami penurunan jumlah penerimaan mahasiswa.

“Melihat kondisi di Jawa Barat, hampir perguruan tinggi swasta mengalami penurunan. Ini harus disikapi baik oleh saya selaku asosiasi di ABBTSI dan pemerintah. Kemungkinan karena adanya perubahan di perguruan tinggi negeri atau juga menurunnya daya beli masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan akan kembali lagi,” ungkapnya.

Baca Juga:FTBI Jenjang SMP Komisariat 2 Pangandaran, Jadi Wadah Pengembangan Bakat dan Kreativitas Siswa

Meski demikian, Prof. Ricky menilai USB YPKP masih dalam kondisi yang baik. Hal ini tidak lepas dari berbagai program beasiswa yang tersedia, seperti KIP yang mencapai hampir 69 persen, serta Bakti Sangga Buana sekitar 30 persen. Selain itu, USB YPKP juga memiliki komitmen kerja sama internasional dengan berbagai negara.

“Tahun ini kita kedatangan mahasiswa dari Somalia. Sebetulnya kita juga ada potensi dengan Korea, namun karena kesiapan kita belum bisa menerima mahasiswa dari Korea terkait prodi dan kurikulumnya, masih sedang dijajaki. Insya Allah ke depannya akan lebih baik,” pungkasnya.

Tujuh Mahasiswa Internasional Hadir di USB YPKP

Wakil Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat tujuh mahasiswa internasional yang bergabung. Mereka berasal dari berbagai negara dan tersebar di beberapa program studi.

“Tahun ini ada tujuh mahasiswa internasional, terdiri dari Pascasarjana Magister Manajemen satu orang dari Somalia, kemudian Teknik Informatika dari Kenya, kemudian dari Sudan. Yang banyak tahun ini adalah di Fakultas Ekonomi untuk prodinya, dan kita sebar juga di Administrasi Bisnis dan Komunikasi,” jelas Dr. Nurhaeni.

Dengan terselenggaranya PKKMB 2026, para mahasiswa baru USB YPKP diharapkan dapat menjadi generasi yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas, serta mampu memberikan dampak nyata menuju Indonesia Emas 2045.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *