“Terima kasih kepada seluruh organisasi petani di Indonesia. 1 tahun kita sudah swasembada dan tidak bergantung pada bangsa lain. Saya sungguh yakin dan bangga bahwa hari ini kita berhasil mengamankan masa depan Indonesia,” sebutnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengatakan sebanyak 160 juta petani menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI atas perhatiannya terhadap keberlangsungan produksi pertanian.
“Perlu kami sampaikan, 160 juta petani menyampaikan apresiasi tertinggi dan terima masih atas kebijakan yang diciptakan. Salah satunya dengan regulasi pupuk yang terbit dalam 1 hari, sehingga menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen,” kata Amran Sulaiman.
Amran menegaskan, bahwa kebijakan pangan nasional kini menunjukkan hasil nyata. Stok beras nasional mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, sekaligus menandai berakhirnya impor beras medium yang selama ini membebani negara.
Baca Juga:Wabup Ramzi Geys Thebe: Pemkab Cianjur Akan Hentikan Izin Alih Fungsi Lahan Sementara
“Penegasan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya beras, produksi beras yang diprediksi mencapai sekitar 34 juta ton, lebih cepat dari target awal yang ditetapkan Presiden dari 4 tahun menjadi 1 tahun,” katanya.
Dikatakannya, langkah strategi telah diciptakan, seperti deregulasi kebijakan, intensifikasi dan optimasi lahan (Oplah). Kemudian, mekanisasi pertanian modern, serta penyediaan sarana prasarana seperti pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).
Capaian swasembada pangan diharapkan menjadi momentum bersejarah yang menandai kemandirian pangan bangsa Indonesia. Langkah ini sekaligus bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan terhadap impor beras di masa yang akan datang.
Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah menargetkan penghentian impor gula putih demi mewujudkan swasembada pangan nasional secara menyeluruh. Target ambisius ini akan dicapai melalui peningkatan produksi, perluasan lahan tebu, serta penguatan stok cadangan pangan pemerintah.
“Perdana di tahun ini kita lakukan tidak lagi impor gula putih. Penghentian impor gula konsumsi adalah bagian dari upaya mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional,” ungkapnya.(Sumber Media Center Riau).

