Selain sesi pemaparan dan diskusi, jajaran Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang bersama KSOP Kelas II Patimban melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik kawasan pelabuhan. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat kondisi lapangan, memetakan potensi jaringan distribusi air bersih, serta mengidentifikasi kebutuhan layanan air minum yang akan terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas kepelabuhanan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Rangga Kabupaten Subang, Lukman Nurhakim, M.I.Kom., menyampaikan bahwa Perumda TRS berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan layanan air minum yang berkualitas.
“Pelabuhan Patimban merupakan kawasan strategis yang akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang siap mendukung kebutuhan air bersih secara berkelanjutan melalui kolaborasi yang kuat dengan KSOP dan seluruh stakeholder terkait,” ujarnya.
Dirut Perumda TRS juga berharap, seiring sudah beroperasinya terminal petikemas kebutuhan air bisa meningkat.

“Kami merespons positif aktivitas petikemas di Pelabuhan Patimban sudah mulai beroperasi. Fasilitas hydrant air sudah disediakan di dek dermaga. Kapal yang bersandar tinggal tapping air dari hydrant itu,” kata Lukman.
Adapun kebutuhan dalam jangka panjang, Perumda TRS akan berinvestasi untuk pembangunan WTP baru. Sebab selain Pelabuhan Patimban, kawasan industri dan back up area komersil juga membutuhkan air bersih dalam jumlah besar.
“Kami rencanakan pembangunan WTP dengan kapasitas 2 x 100 lpd. Bisa uprating jika terus meningkat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang berharap dapat menjadi mitra strategis dalam penyediaan layanan air bersih bagi Pelabuhan Patimban. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran operasional pelabuhan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Subang dan Indonesia secara berkelanjutan.

