Kunci utamanya adalah kekompakan dan ekspresi. Seni yang lahir dari ketulusan punya daya pukau yang kuat. Tasikmalaya ini seperti episentrum seni, jiwanya sangat tinggi.
“Dengan bekal budaya lokal yang kuat serta pengalaman tampil di berbagai panggung internasional, kontingen Sanggar Seni Dewa Motekar diharapkan tidak hanya tampil, tetapi mampu meninggalkan kesan mendalam sebagai duta seni Kota Tasikmalaya, “kata Diky Chandra
Baca Juga:Tinjau Korban Bencana Banjir, Kapolres Subang Bersama Forkopimda Berikan Bantuan Beras-Mie Instan
Sementara itu, Pimpinan Sanggar Seni Dewa Motekar, Chris Novika Supardi, M.Pd, menjelaskan bahwa keberangkatan ke Thailand kali ini merupakan yang kelima kalinya difasilitasi melalui jalur Komite Kedutaan.
Misi yang diusung tetap konsisten, yakni mengikuti kompetisi sekaligus menjalankan pertukaran budaya antar negara.
“Pesertanya sekitar 20 hingga 30 negara. Negara-negara ASEAN dipastikan lengkap. Tahun-tahun sebelumnya bahkan ada Rusia, Polandia, hingga Korea Selatan. Tahun ini, insyaallah juga akan sangat beragam,”tuturnya.
Dalam festival tersebut, Sanggar Tari Dewa Motekar akan menampilkan kekayaan budaya Sunda melalui pertunjukan busana adat dan seni tari.
Baca Juga:Terungkap Dugaan Pemberian Uang oleh Kades di Balik Pendirian Tower Tanpa Izin
Untuk sesi fashion show, akan diperagakan busana adat jajaka dan mojang, sementara untuk seni tari disiapkan tiga repertoar unggulan, yakni Ronggeng Kaladaru, Jaipong Jalatunda, dan Tari Saman,”terangnya.
Chris mengakui, persaingan di ajang ini tidak mudah. Kontingen dari Filipina dan Thailand kerap menjadi lawan terkuat.
“Thailand unggul dari sisi properti panggung karena sebagai tuan rumah. Filipina biasanya mengirim delegasi dari universitas seni. Mereka akademisi seni, kami pecinta seni. Namun kami tetap optimistis,” katanya.
Menurutnya,festival budaya internasional ini akan digelar di Surindra Rajabhat University, sekitar delapan jam perjalanan darat dari Bangkok. Target tinggi pun dipasang oleh kontingen asal Tasikmalaya.
“Harapannya, predikat best performance bisa kembali diraih dan dibawa pulang untuk Kota Tasikmalaya,”kata Chris Novika Supardi, M.Pd, Pimpinan Sanggar Seni Dewa Motekar.

