Penyelesaian ATS tidak cukup dibebankan kepada Dinas Pendidikan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah hingga pemerintah kewilayahan.
Pemkot akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama camat, lurah, RT, RW hingga PKK untuk memperbaiki validitas data ATS sebelum menentukan bentuk intervensi.
“Dari sekitar 7.600 data ATS, sekarang tersisa sekitar 4.500 yang masih harus dilakukan cleansing. Kita ingin good data agar keputusan dan intervensinya juga tepat sasaran,” katanya.
Baca Juga:Kang Akur Buka Kejucab Lobb 2026, Ajak Pelajar Subang Asah Disiplin Dan Karakter
Sementara, Bunda PAUD Kota Tasikmalaya, dr. Hj Elvira Kamarrow Putri, menjelaskan gagasan TK Rakyat berangkat dari konsep Posyandu Istimewa yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum hingga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Ini berangkat dari Posyandu Istimewa. Tidak hanya kesehatan, tetapi juga pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial hingga trantibum dan linmas. Salah satu layanan pendidikan di Posyandu Istimewa adalah memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses sekolah.
Menurutnya, pemerintah memanfaatkan data keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 dari Dinas Sosial yang kemudian diverifikasi langsung oleh kader Posyandu melalui pendataan dari rumah ke rumah.
Baca Juga:Bantuan Kedelai untuk Koptan Diduga di Sunat PPL di Kecamatan Cilaku Cianjur
Hasilnya, sebanyak 850 anak yang tersebar di seluruh Kota Tasikmalaya dinyatakan layak menerima bantuan pendidikan dari pemerintah.
Dari pemerintah pusat ditegaskan wajib belajar 13 tahun. Untuk SD, SMP dan SMA sudah ada Sekolah Rakyat bagi masyarakat yang tidak mampu. Nah, bagaimana dengan anak usia dini? Maka kami berangkat dari Posyandu agar mereka juga bisa mengakses pendidikan.
Melalui program tersebut, setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan berupa pembayaran SPP, tas sekolah, sepatu hingga seragam.
dr. Elvira menegaskan seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi yang ketat oleh kader Posyandu sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran.
Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam mempersiapkan tumbuh kembang anak, mulai dari kemampuan kognitif, bahasa, motorik hingga sosial emosional.
“Ketika nanti masuk SD, anak-anak sudah siap, lebih mandiri, tidak menangis dan mampu mengikuti proses belajar dengan baik. Jadi kami ingin menyiapkan mereka sejak usia dini,” jelasnya.

