Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap lahir inovasi batik yang tidak hanya mampu menjaga nilai budaya, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para perajin sangat penting agar batik Tasikmalaya terus berkembang, tetap lestari, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,”jelas H.Viman.
Sementara itu, perwakilan UTM Malaysia, Badrul Isa, menilai Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam pengembangan industri batik.
Ia menyebut permintaan pasar terhadap batik terus meningkat, sehingga inovasi berbasis keberlanjutan perlu terus didorong.
“Batik memiliki prospek ekonomi yang sangat baik. Namun pengembangannya juga harus memperhatikan aspek lingkungan. Karena itu kami tertarik melakukan penelitian mengenai pemanfaatan bahan daur ulang agar limbah dapat diolah menjadi produk yang bernilai,” katanya.

