Dikatakannya,dengan telah di gelarnya kegiatan ini, saya atas nama pribadi dan pemerintah Kota Tasikmalaya mengucapkan terimakasih.
Promosi usaha harus tetap dilakukan secara bijak dan tidak melanggar norma. Terlebih Tasikmalaya dikenal sebagai Kota Santri, sehingga citra pariwisata dan dunia usaha harus dijaga bersama.
“Kami juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak menunggu ditegur baru bergerak. Ia meminta setiap laporan masyarakat segera direspons, terlepas dari kondisi fiskal daerah.Jangan nunggu saya marah. Yuk respon. Walau kondisi fiskal Tasik baik-baik saja atau banyak hal yang belum baik, tapi jangan jadi alasan kita melemah dalam kinerjanya,” imbuhnya.
Diky memastikan Pemkot Tasikmalaya akan cepat menindaklanjuti berbagai laporan yang masuk dari masyarakat. Beberapa di antaranya terkait karaoke yang menyediakan miras, peredaran miras, aktivitas LGBT, permasalahan di Pasar Cikurubuk, hingga iklan hoaks hotel yang mengarah pada praktik pacaran.
“Semua laporan itu cepat kami tanggapi. Kami tidak ingin ada pembiaran. Kota ini milik kita bersama,jadi harus dijaga bersama,” kata Diky Chandra.

