Pewarta: H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com- Atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Bagian Kerjasama, Bagian Kesejahteraan Rakyat, para bidan, serta seluruh mitra yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Tasikmalaya.
Hal ini di sampaikan Wali Kota Tasikmalaya H Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA du kegiatan penandatanganan dokumen kesepakatan bersama dengan BPJS Kesehatan, Senin (13/07/26).
Penandatanganan Dokumen Kerja Sama ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi merupakan penguatan komitmen bersama bahwa pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab kolektif yang harus terus kita jaga melalui kolaborasi, sinergi, dan inovasi.
Kegiatan hari ini memiliki makna strategis karena sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, serta mendukung implementasi Asta Cita Ke-4 Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Tasikmalaya melalui Program Prioritas Tasik GEMAS, yang menempatkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Karena itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi, mulai dari Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, puskesmas, pemerintah kecamatan dan kelurahan, para bidan, hingga seluruh perangkat daerah terkait.
Alhamdulillah, kerja keras, komitmen, dan sinergi yang telah dibangun bersama membuahkan hasil yang membanggakan. Pada awal tahun 2026, Kota Tasikmalaya kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2026 Kategori Pratama. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang berhasil memenuhi cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional sedikitnya 98 persen dari jumlah penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen.
Baca Juga:Manjakan Masyarakat Jawa Barat, BRI Gelar Consumer Expo 2026 Goes to Kota Baru Parahyangan
Capaian tersebut bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan menjadi bukti nyata bahwa sinergi seluruh pemangku kepentingan telah berjalan dengan baik dalam menghadirkan akses layanan kesehatan. Namun, penghargaan tersebut tidak boleh membuat kita berpuas diri. Tantangan kita hari ini bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta JKN, tetapi juga menjaga agar kepesertaan tersebut tetap aktif, berkelanjutan, dan benar-benar memberikan perlindungan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan.
Sebagaimana data yang disampaikan BPJS Kesehatan dalam Forum Komunikasi dan Kemitraan tanggal 6 Juli 2026, dengan posisi data per 1 Juni 2026, peserta JKN aktif Kota Tasikmalaya berada pada angka 80,2 persen dari total penduduk. Masih terdapat sekitar 11.212 jiwa penduduk yang belum terdaftar sebagai peserta JKN, serta 142.569 jiwa peserta berstatus nonaktif. Selain itu, tunggakan iuran peserta mandiri telah mencapai sekitar Rp20,03 miliar. Data ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah kita masih cukup besar dan membutuhkan langkah yang lebih terarah, lebih dekat dengan masyarakat, serta lebih kuat secara kolaboratif.

