Kita juga harus menyadari bahwa menjaga keberlanjutan JKN bukan hanya persoalan pelayanan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan fiskal daerah. Dalam kondisi keterbatasan fiskal, Pemerintah Daerah dituntut untuk bekerja lebih cerdas dan inovatif. Masyarakat yang mampu perlu terus didorong untuk menjaga kepesertaannya secara mandiri, sehingga ruang fiskal pemerintah dapat lebih difokuskan untuk melindungi masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Inilah esensi gotong royong dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional.
Baca Juga:Resmi Ditutup MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026, Berlangsung Meriah dan Khidmat
Oleh karena itu, saya memandang pelaksanaan JAGA JKN melalui PESIAR sebagai gerakan kolaborasi yang menghadirkan negara lebih dekat kepada masyarakat. Program ini mengubah cara kita bekerja. Melalui pemetaan penyisiran, advokasi, dan registrasi, kita tidak menunggu masyarakat datang mencari informasi, tetapi hadir mendatangi masyarakat, memberikan edukasi, membantu proses administrasi, sekaligus memastikan setiap warga memperoleh haknya atas jaminan kesehatan.
Yang perlu terus kita kampanyekan secara bijak adalah pemahaman bahwa BPJS Kesehatan bukan diurus ketika kita sudah sakit, tetapi justru harus dipersiapkan ketika kita masih sehat. Ketika sehat, kita menata administrasi. Ketika sehat, kita memastikan kepesertaan tetap aktif. Dan ketika sehat, kita ikut bergotong royong menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan bagi sesama.
Secara khusus, saya ingin menyampaikan apresiasi kepada para bidan yang akan menjadi penggerak pelaksanaan JAGA JKN melalui PESIAR di lapangan.
Baca Juga:Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Tiga Bangunan di Tegalwaru Kerugian Capai Rp300 Juta
Melalui kedekatan para bidan dengan ibu, anak, dan keluarga, informasi yang benar dapat sampai kepada masyarakat, keluarga yang belum terlindungi dapat dibantu menjadi peserta aktif, dan masyarakat yang selama ini ragu dapat diyakinkan tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan.
Kami percaya, dengan semangat pengabdian yang selama ini telah ditunjukkan dalam melayani ibu, anak, dan keluarga, para bidan akan mampu menjadi penggerak keberhasilan Program JAGA JKN melalui PESIAR di Kota Tasikmalaya. Dukungan dan koordinasi para pihak perlu dipastikan agar proses edukasi, pemetaan, advokasi, dan registrasi dapat berjalan efektif, tertib, dan berkelanjutan.
Saya juga mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, puskesmas, organisasi profesi, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Jadikan JAGA JKN melalui PESIAR sebagai gerakan bersama, bukan hanya milik BPJS Kesehatan maupun Dinas Kesehatan. Semakin kuat kolaborasi yang kita bangun, semakin besar pula peluang kita menghadirkan pelayanan kesehatan yang Hiberkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Pemkab Cianjur Bongkar Bangunan Tanpa Izin di Jalan Raya Bandung Ciranjang
“Perkuat koordinasi lintas sektor, tingkatkan akurasi dan pemutakhiran data, perluas edukasi kepada masyarakat, serta pastikan setiap program dan pelayanan kesehatan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan, ” pungkasnya.

