Pewarta: H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com- Dalam beberapa kesempatan Wakil Walikota Tasikmalaya menerima keluhan dari beberapa kepala sekolah SMK swasta di Kota Tasikmalaya terkait anjloknya minat peserta didik baru yang melanjutkan ke SMK swasta. Padahal dalam kesempatan yang berbeda wakil walikota Tasikmalaya juga menerima informasi tentang tingginya angka putus sekolah di kota Tasikmalaya dan angka pengangguran terbuka yang didominasi oleh lulusan SMA/SMK.
Menanggapi keluhan tersebut Wakil Walikota Tasikmalaya R. Diky Candranegara ke awak media pada Kamis (9/7/2026), menyampaikan bisa jadi solusi dari masalah tesebut sebenarnya telah ada dari program bapak gubernur KDM dimana beliau menyampaikan bahwa “semua anak di jawa barat kudu sakola”.
Artinya angka putus sekolah yang masih terbilang tinggi harus tertangani dan kebetulan disisi lain banyak SMK swasta yang kekurangan murid yang harus ada jalan keluar juga.
Baca Juga:Bupati Subang Kukuhkan 18 PNS Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrasi, Ini Nama-Namanya
“Dari dua permasalahan ini dapat dicarikan satu problem solving yang tidak memberikan masalah baru,”ujar Diky Chandra.
Lebih lanjut, Diky menjelaskan problem solving tersebut adalah menyelamatkan mereka yang beresiko putus sekolah, baik karena alasan biaya atau karena ingin segera bekerja membantu orang tua.
“Agar tetap bisa bersekolah di SMK swasta yang kekurangan murid baru, tentunya dengan model dan metode yang bisa menjadi solusi tanpa melanggar aturan kurikulum yang berlaku,”ungkapnya.

