Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein Lepas Kirab Mahkota Binokasih Menuju Karawang

Baca Juga:Ribuan Pelari Kembali Ikuti Event QRIS UTHM, Dilepas Plh Wali Kota Tasikmalaya

Lebih dalam, ia menegaskan bahwa hakikat dari kirab ini jauh melampaui perpindahan benda fisik semata. Prosesi ini adalah sarana pewarisan roh atau semangat luhur dari para karuhun kepada generasi masa kini dan mendatang.

“Ini adalah soal spirit, semangat kebesaran yang kami warisi. Kita harus bangga dan tinggi hati menjadi orang Sunda, karena kita memiliki karuhun yang hebat, kuat, dan beradab tinggi. Nilai itulah yang ingin kita hidupkan kembali melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Perlu diketahui, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake merupakan simbol agung persatuan, kewibawaan, dan kebesaran Kerajaan Sunda-sunda Pajajaran. Benda pusaka ini telah menempuh perjalanan panjang dan penuh makna melintasi berbagai wilayah strategis di Jawa Barat sejak kirab ini dimulai pada 2 Mei lalu.

Baca Juga:Dede:Apresiasi Event QRIS UTHM, Bangga Siswa SMP Raih Juara I Kategori 7 K

Rute perjalanan akbar ini diawali dari Kabupaten Sumedang, kemudian bergerak melintasi Ciamis, Tasikmalaya, Cianjur, Kota Bogor, hingga akhirnya tiba dan singgah sejenak di Purwakarta.

Setelah dilepas pagi ini, rombongan kirab budaya dijadwalkan akan melanjutkan langkah sucinya menuju Kabupaten Karawang, lalu berlanjut ke Kota Cirebon, sebelum akhirnya mencapai titik akhir perjalanan di Kota Bandung, yang akan menjadi panggung puncak peringatan dan pengukuhan budaya Tatar Sunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *