Pembangunan Kandang Bebek yang Dikerjakan Oleh Sala Satu PT di Kiara Pedes Diduga Belum Kantongi Izin dan Tidak Memakai K3

Pewarta:Yandi.

Purwakarta,Hallo Berita Online.Com- Proyek pekerjaan pembangunan kandang dan penunjang Breeder Farm bebek Kiara Pedes PT Malindo di Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiara Pedes, Purwakarta,yang dimenangkan oleh PT Wilkon Furtuna Indonesia diduga belum mengantongi izin, dan karyawan nya pun belum masuk BPJS ketenagakerjaan,serta tidak memakai APD atau (K3) keselamatan dan kesehatan kerja,saat pelaksanaan pengerjaan proyek,Jumat (8/5/2026).

Dari hasil pantauan awak media Halloberitaonline.com di lokasi para pekerja proyek pembangunan kandang bebek tidak menggunakan peralatan K3 atau Septi Pekerja tersebut hanya menggunakan sendal japit topi biasa di proyek tersebut, tidak menggunakan helm, sepatu,sarung tangan,masker serta baju proyek yang sesuai dengan ketentuan.

Seharusnya, proyek yang sebesar PT Malindo menyiapkan peralatan kerja yang lengkap dengan ketentuan K3. Hal itu tertuang dalam UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mengamanatkan setiap pekerja berhak mendapat perlindungan, di antaranya K3.

Baca Juga:Kejari Purwakarta Apsari Dewi Raih Penghargaan Outstanding Prosecutorial Leader in Public Accountability Dari CNN

Saat di temui di lokasi proyek Suprianto selaku pengawas lapangan PT Malindo mengatakan, kalo masalah perizinan saya tidak tahu pak sudah ada atau belum nya , tapi biasa nya kalo PT Malindo sebelum jauh-jauh hari perizinan sudah di tempuh duluan.

“Dan terkait pengeboran kita tidak tahu juga pak,kalo terkait BPJS ketenagakerjaan dan APD atau K3 itu bukan urusan kami.Karena kita lelang tender pak, kebetulan dimenangkan oleh PT Wilkon Furtona Indonesia pak,”ujar Suprianto.

Ia menambahkan,nanti bisa bapak tanya langsung ke bagian lapangan nya pak adi, tapi saya coba telpon dulu sama bagian nya pak Ahyar humas PT Malindo. Dari percakapan via telepon wa Ahyar menyampaikan kalo untuk perizinan kita sudah komplit pak dari lingkungan,dari desa,sampi Dinas sudah ada,”ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *