“Saat ini bangunan yang di bongkar oleh KS tersebut belum juga di rehab, sampai saat ini,terpaksa anak-anak kami harus berbagi kelas dengan kelas lainnya. Karena tiga kelas yang di bongkar tidak bisa di gunakan kegiatan belajar mengajar,terpaksa anak-anak belajarnya di bagi dua sip ada pagi dan siang,” jelas para orang tua siswa yang di mintai tanggapannya merasa kecewa.
Sementara salah seorang guru pun mempertanyakan terkait kapan tiga ruang kelas yang sudah di robohkan akan segera di bangun kembali. Karena saat ini kita tidak bisa mengajar dengan tenang serta waktu belajar jam nyapun berkurang.
“Saya tidak tau terkait kapan sekolah ini akan di bangun kembali,itu mah urusan KS.Saya pun kecewa kepada KS seharusnya sekolah harus pasti akan mendapatkan bantuan. Minimalnya setelah MOU dengan dinas terkait, baru jelas di bongkar juga”,kata guru SDN Bojongsari yang minta namanya untuk tidak di sebutkan dalam pemberitaan.
Saat akan di konfirmasikan kepada Amud selaku KS SDN Bojongsari, kamis(7/8/2026)di sekolah,perihal pembongkaran dan hilangnya aset negara.Menurut beberapa guru yang ada di kantor SDN Bojongsari, mengatakan bahwa KS sedang keluar, ke kantor Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora), kabupaten.
Sampai berita ini tayang belum adanya tanggapan dari Kepala Sekolah SDN Bojongsari 1 Sukaluyu.

