Meski datang terlambat, ia tetap memberikan motivasi kepada warga Mangkubumi agar menjadikan Muharam sebagai momentum perbaikan diri. Diky mengajak masyarakat untuk lebih baik lagi ke depan, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Ia juga menyampaikan refleksi secara terbuka. Saya menyadari masih banyak kekurangan dari diri saya.
“Termasuk Pemerintah Kota Tasikmalaya yang belum sepenuhnya bisa membawa kota ini sesuai dengan harapan seluruh warga,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan seperti itu penting agar pemerintah dan masyarakat terus saling mengingatkan. Muharam, lanjutnya, adalah waktu yang tepat untuk evaluasi, memperbanyak amal, dan memperkuat solidaritas,”pungkasnya.

