Diky Chandra Di Hari Braille Sedunia Berinteraksi Dengan Anak-anak Difabel dan Belajar Menulis Huruf Braille

Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbagi pengalaman tentang kiprah para difabel yang mampu berprestasi dan bekerja secara profesional di berbagai bidang. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit yang menunjukkan kemampuan di atas rata-rata.

Di beberapa stasiun televisi nasional, para difabel dipercaya mengisi posisi pekerjaan tertentu. Mereka bisa bekerja sangat detail dan hasilnya melampaui kemampuan banyak orang.

“Fasilitas ramah difabel di Kota Tasikmalaya saat ini masih terbatas. Namun demikian, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus berupaya menghadirkan ruang-ruang inklusif melalui program-program bertahap,” katanya.

Baca Juga:Wujud Solidaritas, PGRI Pangandaran Kunjungi Siswa TK Korban Musibah

Ia pun mengapresiasi pelaku usaha dan komunitas yang telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang difabel.

Terima kasih kepada Siloka, Saung Alun-Alun, Nini Anteh, dan sejumlah resto lainnya yang sudah memberi ruang dan kepercayaan bagi teman-teman difabel untuk berkarya
Peringatan Hari Braille Sedunia ini menjadi pengingat bahwa penyandang difabel merupakan bagian utuh dari masyarakat.

“Dengan dukungan lingkungan dan kesempatan yang setara, mereka mampu menunjukkan potensi dan kontribusi yang luar biasa bagi pembangunan sosial di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *