Menurutnya, dengan jumlah santri yang terus bertambah, Rumah Tahfidz Karisma.Ia berharap dapat memperluas kapasitas dan mencetak lebih banyak penghafal Qur’an.
“Targetnya, melahirkan generasi Tasikmalaya yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya,”imbuhnya.
Baca Juga:Kembali Digelar Subang Fest Di Wilayah Selatan, Bukti Pemerataan Bukan Hanya Soal Infrastruktur
Ketua RW H.Eko Setiabudi, mengatakan bahwa beberapa hari ke belakang setelah menyampaikan surat undangan dirinya mendapat kabar kalau Bapak Diky Chandra tidak bisa hadir karena ada tugas ke Bandung.
Namun Alhamdulillah sebelum pelaksanaan imtihan kembali mendapat kabar akhirnya Pak Diky Chandra dapat menghadiri kegiatan imtihan yang kami selenggarakan, tebrulah ini suatu kabar yang menggembirakan.
“Kami ucapkan terimakasih ke pak Diky Chandra yang ditengah kesibukannya dapat memenuhi undangan dari kami. Ini artinya ada perhatian dari Pemerintah Kota Tasikmalaya,”ungkap H. Eko Setiabudi.
Sementara itu, Pendiri Rumah Tahfidz Kharisma, Ustadz Hasan dan Ustadzah Evi Rahmatulloh, menyebut saat ini ada 130 santri yang menimba ilmu di lembaga tersebut, dibimbing 8 orang guru. Para santri tidak hanya berasal dari Perumahan Kharisma Residence, tetapi juga dari lingkungan sekitar perumahan.
“Alhamdulillah Rumah Tahfidz Kharisma berdiri sejak 2016 dan terus konsisten mencetak generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
“Kami berpesan agar para santri menjadikan Al-Qur’an sebagai teman sepanjang hidup.”Belajar tidak berhenti di rumah tahfidz. Di mana pun tempat menuntut ilmu, cintai Al-Qur’an, jaga hafalan, dan amalkan,”kata Pendiri Rumah Tahfidz Kharisma.

