“ASN hadir dalam pertemuan multipihak harus mampu menjadi pembina/pengayom serta menangkap apa yg menjadi keluhan masyarakat, harus mampu menyelaraskan semua yang berkepentingan didalamnya (penyeimbang), pedomannya adalah ASN yang saya maksud adalah meritokrasi harus menjadi pedomannya,”jelasnya.
Hadi juga menutup closing
stetmennya dalam konferensi pers kepada awak media, sembari berkelakar :
Dalam cerita Mahabarata, Sengkuni merupakan paman dari para Kurawa. Sengkuni adalah otak di balik kalahnya Pandawa lewat permainan dadu. Di ujung cerita, kekalahan itu mengakibatkan Kurawa dapat menguasai istana Indraprasta. Yang kelak dalam ceritanya sengkuni mengalami antiklimak dengan strateginya sendiri. Artinya perjuangan itu berproses, tidak bisa dipaksakan dgn menghalalkan segala cara yaitu fitnah, black campaign, ataupun mendiskreditkan orang lain, harus banyak belajar tentang arti sebuah pembelaan, perlu diingat bahwa perjuangan yg saya maksud kata Bang Hadi adalah kolektif kolegial!!!.
LBH Pro-justitia saat ini sedang fokus membangun posisi tawar masyarakat Wanasari dengan berpedoman pada mengedepankan fatsoen diatas segalanya. (apa yang menjadi aspirasi masyarakat sekitar radius tower BTS) tidak pernah berubah yaitu tetap pada tuntutan awal.
“Konflik sosial dalam suatu desa, penyelesaiannya adalah mengedepankan norma-norma adat dan Kepala Desa sebagai pemegang mandat masyarakat desa yang memiliki otoritas yang harus dihormati!!!.,”pungkas hadi sembari seruput kopi dan menghisap rokok kesukaannya.

