Pewarta:H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Hari ini kita berbicara tentang sebuah terobosan karya Indonesia. QRIS lahir sebagai standar pembayaran nasional, tumbuh menjadi kebiasaan baru masyarakat, dan kini telah melintasi batas negara. Satu kode dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi. Prosesnya cepat, tercatat, dan semakin mudah dijangkau oleh usaha besar maupun warung kecil.
Skalanya menunjukkan perubahan yang luar biasa. Data Bank Indonesia hingga triwulan I tahun 2026 mencatat 61,7 juta pengguna dan 44 juta merchant QRIS yang sebagian besarnya merupakan UMKM. Sejak diluncurkan hingga periode tersebut, QRIS telah melayani sekitar 31 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp2.970 triliun.
“Pada triwulan II tahun 2026, volume transaksi QRIS masih tumbuh tinggi sebesar 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, H. Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA dalam sambutannya di kegiatan Semarak Pekan QRIS Nasional 2026-Festival Riung QRIS di Mall Asia Plaza, Sabtu (15/08/26).
Lebih lanjut, Viman menyampaikan angka- angka itu menggambarkan satu hal: QRIS telah menjadi bagian dari keseharian ekonomi Indonesia. Di balik setiap pemindaian kode terdapat transaksi pedagang pasar, pelaku kuliner, perajin, toko ritel, layanan publik, sampai kegiatan sosial dan keagamaan.
Kemajuan tersebut semakin membanggakan karena QRIS Antarnegara kini digunakan dalam konektivitas pembayaran dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Baca Juga:Polri-TNI Bersama Unsur Pemerintahan Hadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka di Sukatani Purwakarta
“Masyarakat Indonesia dapat bertransaksi di negara mitra melalui aplikasi pembayaran yang mendukung layanan ini. Wisatawan dari negara mitra juga dapat membayar di merchant Indonesia,” ungkapnya.
Dikatakannya, manfaatnya sudah terukur. Hingga Februari 2026, konektivitas dengan Malaysia telah mencatat 10,66 juta transaksi senilai Rp2,75 triliun. Konektivitas dengan Thailand mencapai 1,64 juta transaksi senilai Rp656,27 miliar. Pada triwulan I tahun 2026, transaksi wisatawan asing di Indonesia melalui QRIS Antarnegara mencapai 2,79 juta transaksi dengan nilai Rp713,59 miliar.
“Artinya, manfaat QRIS Antarnegara mengalir langsung ke ekonomi domestik. Wisatawan memperoleh kemudahan, merchant Indonesia memperoleh akses kepada konsumen lintas negara, dan transaksi menggunakan mata uang lokal menjadi semakin efisien. Inilah inovasi pembayaran yang ikut memperkuat perdagangan, pariwisata, UMKM, dan kedaulatan ekonomi nasional,”ujar Viman.
Dijelaskannya,momentum ini berlangsung dua hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat kemerdekaan pada zaman digital hadir dalam kemampuan bangsa menciptakan standar sendiri, menjaga kedaulatan sistem pembayarannya, dan memastikan kemajuan teknologi memberikan manfaat seluas-luasnya bagi rakyat.
Tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur menemukan bentuk yang konkret di sini. Berdaulat melalui sistem pembayaran nasional yang dipercaya dan terhubung dengan dunia. Adil melalui akses transaksi digital yang menjangkau UMKM, pesantren, pedagang, dan masyarakat luas. Makmur ketika kemudahan transaksi tumbuh menjadi omzet, lapangan kerja, penerimaan daerah, serta pelayanan publik yang semakin baik.

