Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak mengenai pelayanan yang diberikan oleh BPS Kabupaten Purwakarta. Sebagai lembaga penghasil data, BPS menyelenggarakan berbagai kegiatan termasuk konsultasi, sehingga masukan dari masyarakat, OPD, mahasiswa, dan media masa diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sesuai harapan pengguna.
“Media masa berperan penting sebagai pemberi informasi kepada masyarakat, sehingga kita ingin mengetahui harapan mereka terhadap akurasi dan objektivitas data yang disebarkan BPS, “tambahnya.
Irna juga menekankan bahwa selain data yang dihasilkan BPS, OPD juga memiliki data-data strategis yang perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan daerah. Setiap tahun, BPS se-Indonesia wajib menyelenggarakan FGD guna melakukan penilaian yang kemudian menjadi ukuran kinerja dan dasar peningkatan indeks statistik pembangunan.
“Jika indeks statistik pembangunan masih rendah, berarti kita perlu melakukan perbaikan lebih lanjut, sehingga masukan dari semua pihak sangat berharga,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Purwakarta memberikan pesan kepada masyarakat mengenai Sensus Ekonomi 2026. Beliau menyampaikan bahwa sensus ini tidak memiliki kaitan apapun dengan pajak maupun bantuan pemerintah, melainkan bertujuan untuk melihat kondisi perkembangan dan pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
“Kami berharap masyarakat dapat memberikan data yang sebenar-benarnya agar hasil sensus dapat mencerminkan kondisi yang sebenarnya,”tutupnya.

