Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto menegaskan, Hari Bhayangkara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut dia, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Karena itu, Polri dituntut terus berbenah agar mampu menjawab harapan publik yang terus berkembang.
Baca Juga:DPD PAN Kabupaten Ciamis Gelar Muscab ke-VI, Susun Langkah Persiapan Hadapi Pemilu Tahun 2029
“Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa. Kami berkomitmen menghadirkan Polri yang semakin profesional, humanis, dan dicintai masyarakat,” ujar AKBP Andi Purwanto.
Ia mengapresiasi dukungan masyarakat Kota Tasikmalaya yang selama ini turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan bukan pekerjaan Polri semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga warga.
Baca Juga:Manjakan Masyarakat Jawa Barat, BRI Gelar Consumer Expo 2026 Goes to Kota Baru Parahyangan
Dalam upacara tersebut, AKBP Andi Purwanto juga membacakan amanat Presiden Republik Indonesia yang menekankan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80, 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat, harus diwujudkan melalui pelayanan yang semakin berkualitas.
Presiden memberikan apresiasi atas pengabdian Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks.
Mulai dari dinamika geopolitik global, perang siber, kejahatan transnasional, hingga tingginya ekspektasi masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Karena itu, Polri diminta tidak lagi bekerja secara reaktif, tetapi mampu bergerak lebih prediktif, adaptif, dan berbasis data dalam menghadapi perkembangan zaman.
Presiden juga memerintahkan seluruh jajaran Polri untuk memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme anggota, memperkuat kapasitas sumber daya manusia menghadapi ancaman multidimensi, membangun organisasi yang adaptif terhadap perubahan, serta memperkuat komunikasi publik guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Menurut Presiden, legitimasi Polri tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.
“Jadikan setiap pelayanan sebagai kehormatan dan jadikan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama memakai seragam Polri,” demikian pesan Presiden dalam amanat yang dibacakan Kapolres.

