Mahasiswa Kesmas Unsil Kelompok Riksa Waluya, Luncurkan Program Gemas Terpadu 

Bahwa program ini hadir untuk menutup celah di tingkat masyarakat.Kader kami bekali keterampilan skrining sederhana seperti cek gula darah, pengukuran IMT, hingga edukasi gaya hidup sehat. Harapannya, deteksi bisa dilakukan lebih cepat sebelum muncul komplikasi.

“Tak sekadar sosialisasi, kader dilatih langsung menggunakan glukometer, mengukur lingkar perut, serta melakukan pencatatan digital berbasis Google Form untuk memantau warga berisiko tinggi,” ungkapnya.

Bagian Humas Kegiatan, Putry Yulia menyebutkan dirinya selain menjadi bagian Humas, pada kegiatan tersebut juga menjadi penateri pelatihan bagi para Kader.

Baca Juga:BUMD Subang Naik Kelas, Kang Akur Hadiri Top BUMD Award 2026

“Adapun untuk materi yang disampaikan di pelatihan tersebut mencakup kamu memberikan materi tentang pengertian apa itu Debitus Melitus (DM), Prevalensi DM, Faktor Resiko DM, Gejala DM L, Pentingnya Deteksi Dini dan Pencatatan serta Pelaporan Digital,”jelasnya.

Dosen pembimbing, Wulan Tri Yutanti, S.K.M., M.P.H., menyebut program ini sebagai bentuk pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus kontribusi langsung ke masyarakat. Sementara itu, penanggung jawab PTM, Toni Haryanto, A.Md.Kep., menilai inisiatif ini relevan dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Sekretaris Lurah Bungursari, Cucu Permana, S.IP., berharap program ini mampu menggerakkan masyarakat lintas usia agar lebih aktif memeriksakan kesehatan sejak dini.

“Melalui GEMAS TERPADU, upaya melawan diabetes tidak lagi hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi mulai dibangun dari masyarakat itu sendir,oleh kader, untuk warga,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *