Untuk sebaran sektor pertanian tanam benih langsung ini dilakukan hampir seluruh Kecamatan yang masih memiliki lahan persawahan dengan sumber air yang melimpah.
“Hampir di semua kecamatan, yang paling banyak di Mangkubumi dan Kawalu, kemungkinan butuh drum seedernya lebih dari satu, mudah-mudahan bisa terwujud, gak boleh sekedar tahun ini, harus maksimal,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3 / DKPPP) Kota Tasikmalaya, Ir. Hj. Ely Suminar, M.P., mengatakan sistem penanaman padi PM-AAS (Pertanian Modern-Advanced Agricultural System) adalah metode budidaya padi intensif berbasis teknologi modern. Sistem ini mengintegrasikan pengolahan lahan presisi, tanam benih langsung (tabela) menggunakan pola tanam rapat berjarak.
Namun secara produksi, biaya produksinya lebih tinggi, namun secara hasil diharapkan nanti dari 6.5 sampai 7 menjadi 10 ton per hektar.
Baca Juga:Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, Hadiri Halal Bihalal PCNU Kabupaten Tasikmalaya
“Perbedaannya bisa dilihat, cara penanamannya memakai drum seeder, ditabur per hektar itu kurang lebih yang biasanya membutuhkan 30-35 kg menjadi 80 kg per hektar untuk kebutuhan benih,”ujar Hj. Ely Suminar.
Ia menambahkan,jadi memang yang di butuhkan itu populasi yang padat.”Kalau dulu yang dibutuhkan itu pertumbuhan anakan,” pungkasnya.

