Ketua FORKI Kota Tasikmalaya, Yuki, mengatakan turnamen perdana ini diikuti atlet dari enam perguruan karate di Tasikmalaya dan sekitarnya. Selain dari wilayah Priangan Timur, peserta juga datang dari Bandung dan Jakarta.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Ini menunjukkan pembinaan karate di Tasikmalaya cukup berkembang dan memiliki potensi besar,”ujar Yuki.
“Tasikmalaya Open Tournament direncanakan menjadi agenda rutin dua kali dalam setahun,”tambahnya.
Baca Juga:Peringati HPN dan HUT Ke-80, PWI Riau Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah
Lebih lanjut,Yuki menyampaikan kejuaraan ini juga diharapkan menjadi wadah kompetisi bagi pelajar setelah dihapuskannya Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
“FORKI ingin mengisi ruang pembinaan atlet pelajar agar mereka tetap memiliki kesempatan bertanding dan mengembangkan kemampuan,”katanya.

