Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra Hadiri RAT PKKT Tahun Buku 2025

Saya ingin menegaskan kembali: “Masa depan ekonomi Indonesia adalah ekonomi kolaboratif. Dan koperasi adalah wajah paling jujur dari kolaborasi itu.” Mari jadikan RAT ini sebagai tonggak penguatan kelembagaan,pembaruan semangat, dan perluasan peran koperasi dalam pembangunan daerah.

“Saya ucapkan selamat melaksanakan RAT, semoga menghasilkan keputusan yang bermakna dan mendorong kemajuan koperasi serta kesejahteraan anggotanya,”tuturnya.

Baca Juga:Peringatan Hardiknas Tingkat Kabupaten Muara Enim, Bupati H. Edison: Terbitkan Surat Edaran Larang Sekolah Study Tour

Sementara, Ketua Koperasi PKKT,Agus Rudianto mengatakan atas nama pengurus, pengawas, anggota PKKT dan seluruh gerakan koperasi di Kota Tasikmalaya, perkenankan kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wakil Walikota Tasikmalaya atas semangat, perhatian, dan komitmen yang luar biasa dalam memperjuangkan penetapan Kawasan Monumen Koperasi sebagai Cagar Budaya.

Bagi kami, ini bukan sekadar dukungan administratif. Ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada nilai-nilai ekonomi kerakyatan. Ini adalah energi besar yang menguatkan langkah kami, para pegiat koperasi, untuk terus bergerak.

Kawasan Monumen Koperasi bukanlah bangunan biasa. Ia adalah saksi bisu lahir dan tumbuhnya semangat gotong royong di tanah Tasikmalaya. Di tempat ini tertanam jejak perjuangan para pendahulu yang percaya bahwa kesejahteraan harus dibangun bersama, dari bawah, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Ketika Kawasan Monumen Koperasi ditetapkan sebagai Cagar Budaya, maka yang kita jaga bukan hanya sekedar batu dan bangunannya. Yang kita lindungi adalah identitas, gagasan, dan jiwa koperasi itu sendiri yakni: asas kekeluargaan, kemandirian, demokrasi ekonomi, dan keadilan sosial. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, ini adalah komitmen kita bersama untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya bangsa.

Karena itu, kami menaruh harapan besar. Kami berharap monumen ini tidak hanya menjadi prasasti masa lalu, tetapi juga menjadi ruang yang hidup untuk masa depan.

Pertama, kami berharap Monumen Koperasi dapat dikembangkan menjadi destinasi eduwisata. Sebuah tempat di mana pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas dapat belajar sejarah koperasi secara langsung. Bukan hanya membaca teks di dinding, tetapi merasakan, berinteraksi, dan terinspirasi. Kami membayangkan adanya ruang pamer interaktif, galeri digital, serta etalase produk unggulan koperasi-koperasi dan UMKM di Tasikmalaya yang dapat dikunjungi wisatawan.

Kedua, kami meyakini status cagar budaya ini akan menjadi pemantik kebangkitan kembali gerakan koperasi, khususnya di kalangan generasi muda. Kawasan Monumen ini harus menjadi episentrum. Menjadi pusat diskusi, pelatihan, dan inkubasi bagi koperasi-koperasi modern yang adaptif dengan era digital, namun tetap berakar pada jati diri koperasi dan kearifan lokal Tasikmalaya.

Kami atas nama Gerakan koperasi Kota Tasikmalaya menyatakan siap untuk bersinergi penuh dengan Pemerintah Kota. Kami siap menjadikan kawasan Monumen Koperasi ini sebagai simpul kolaborasi pentahelix: pemerintah, koperasi, akademisi, dunia usaha, dan media. Bersama-sama kita bangun ekosistem koperasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Baca Juga:Terima Kunjungan BPS Ciamis, Bupati Herdiat Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026

Sekali lagi, terima kasih kami haturkan atas keberpihakan Bapak kepada gerakan koperasi. Semoga ikhtiar Bapak dalam menjaga warisan nilai ini dicatat sebagai amal jariyah dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

“Mari kita rawat masa lalu untuk menggerakkan masa depan. Mari kita jadikan Kawasan Monumen Koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat Tasikmalaya yang berdaulat,mandiri,dan berkepribadian,”ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *