“Secara prinsip hukum, tidak ada manusia yang kebal hukum,” ujarnya.
BNN Ajak Masyarakat Tak Takut Melapor
Sulistyo meminta masyarakat tidak takut berhubungan dengan BNN, khususnya ketika membutuhkan bantuan rehabilitasi bagi anggota keluarga yang sudah terlanjur menggunakan narkotika.
Ia menegaskan layanan rehabilitasi yang disediakan BNN bagi masyarakat tidak dipungut biaya.
“Rehabilitasi di BNN itu gratis. Semuanya gratis,” katanya.
Karena itu, masyarakat yang memiliki anggota keluarga terpapar narkoba diminta tidak merasa malu ataupun takut untuk mencari pertolongan.
Menurut Sulistyo, pengguna narkotika harus mendapatkan penanganan dan rehabilitasi, sementara pihak yang harus menjadi sasaran utama penindakan adalah bandar dan pengedar.
“Yang harus takut itu pengedar sama bandar,” tegasnya.
Cegah Narkoba Lewat Pupuh Sinom
Selain penindakan dan rehabilitasi, BNNP Jawa Barat juga mengembangkan pendekatan pencegahan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Salah satunya melalui seni tradisional Sunda, khususnya pupuh Sinom.
Sulistyo menjelaskan Sinom dipilih karena secara filosofi berkaitan dengan anak muda. Pupuh tersebut sejak dahulu digunakan sebagai media untuk menyampaikan nasihat dan pepeling kepada generasi muda.
Melalui seni tradisional tersebut, pesan tentang bahaya narkoba diharapkan dapat lebih mudah diterima dan diingat oleh anak-anak serta remaja.
“Nasihatnya ini untuk anak muda, agar mereka memiliki daya tangkal, daya tahan dan pengetahuan bahwa narkoba ini berbahaya,” jelasnya.
Inovasi tersebut bahkan telah dikembangkan melalui kegiatan lomba ngawih yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Sulistyo menyebut sekitar 182 peserta, terdiri dari seniman muda, remaja, pelajar dan seniman profesional, ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga:Warga Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Keluhkan Infrastruktur Jalan
Ia berharap pesan antinarkoba dapat menjadi nilai yang tertanam sejak dini, bukan sekadar informasi yang disampaikan ketika seseorang sudah terpapar.
Pesan untuk Generasi Muda Jawa Barat
Menutup perbincangan, Sulistyo berpesan kepada generasi muda agar berani menolak ketika mendapatkan tawaran untuk mencoba narkoba.
Ia mengingatkan bahwa ajakan menggunakan narkoba sering kali diawali dengan pemberian secara gratis. Setelah korban mulai ketagihan, pengedar kemudian membuat pengguna bergantung dan terlilit utang.
Karena itu, ia meminta generasi muda tidak perlu takut dianggap tidak gaul atau pengecut ketika menolak narkoba.
Baca Juga:Bupati Tasik Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Tentang Penyelenggaraan Perdagangan Jadi Peraturan Daerah
“Tidak apa-apa kalau dianggap cemen. Yang penting sehat,” pesannya.
Sulistyo juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
Menurutnya, perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tugas BNN atau aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Jaga diri dan keluarga kita dari ancaman para bandar narkoba. Hidup sehat lebih baik daripada setelah terjerumus, untuk keluarnya juga berat,” pungkasnya. (*)

