Baca Juga:Bupati Subang, Wabup Bersama Kapolres Ikuti Nobar Persib Tundukkan Persija
Menurut Zulfan, perjuangan dakwah Tuan Syekh Imam Sabar masih terasa hingga kini karena banyak masyarakat di wilayah Mandau dan sekitarnya mengenal Islam melalui dakwah beliau.
“Haul ini bukan hanya mengenang sosok beliau, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga nilai persatuan, ukhuwah dan semangat dakwah yang diwariskan para ulama,” katanya.
Perwakilan kepala desa sekitar, Akhyar Mukmin mengatakan Tuan Syekh Imam Sabar memiliki peran besar dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau yang saat itu masih masuk kawasan Kerajaan Siak Sri Indrapura.
“Beliau banyak berjasa dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau dan sekitarnya. Haul ini bertujuan mengingatkan kita terhadap perjuangan para ulama dalam penyebaran agama Islam,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan ulama terdahulu dan mampu meneladani akhlak serta semangat dakwah yang diwariskan.
Diketahui, sebelum wafat, Tuan Syekh Imam Sabar telah menyiapkan tiga murid utama untuk melanjutkan perjuangan dakwah dan pengembangan Tarekat Naqsyabandiyah di berbagai wilayah di Riau. (Sumber Media Center Riau).

