Ragam  

Tantan Sulthon Bukhawan dan Kiprahnya Membangun Organisasi Wartawan

Perjalanan Tantan tidak berhenti di ruang redaksi.Ia pernah menjadi Tenaga Ahli Humas DPRD Kabupaten Cirebon, konsultan media, serta terlibat dalam penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV Jawa Barat.

Pengalaman tersebut memperluas pandangannya mengenai komunikasi publik.

Ia melihat bahwa informasi yang dikelola dengan baik dapat membangun kepercayaan.

Pengalaman organisasi juga telah ia jalani sejak masa mahasiswa. Tantan aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Soreang. Ia kemudian dipercaya memimpin Keluarga Mahasiswa Bandung (Kembang).

Baca Juga:Berlangsung Demokratis Pemilihan BPD Calingcing Sukahening, Panitia Usulkan 7 Calon Anggota BPD Periode 2027-2035

Dari sana, ia mendapatkan pengalaman mengenai kepemimpinan dan kerja bersama.

Baginya, pemimpin bukan orang yang harus selalu berada paling depan. Pemimpin justru harus memastikan semua orang dapat bergerak menuju tujuan yang sama.

Pandangan tersebut kini dibawa ke dalam kiprahnya di organisasi profesi wartawan.

Sebagai Sekretaris PWI Jawa Barat, Tantan melihat organisasi profesi bukan sekadar tempat berkumpulnya wartawan.Ia ingin organisasi menjadi rumah yang mampu melindungi anggota, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan wartawan.

“Organisasi harus menjadi tempat orang bertumbuh. Bukan sekadar tempat berkumpul,”katanya.

Menjaga kepercayaan lewat setiap kata.

Baca Juga:Sidang Kedua Perkara BUMD Cianjur, Kuasa Hukum Pemohon Sesalkan Dua Lembaga Legislatif Tidak Hadir

Jika ditarik ke belakang, berbagai fase kehidupan Tantan memiliki benang merah yang sama: belajar dan memberi manfaat.

Dari lingkungan sederhana di Pangalengan, bangku kuliah, ruang redaksi, aktivitas organisasi, hingga keterlibatan dalam komunikasi publik, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjangnya.

Pada akhirnya, ia berpegang pada satu prinsip yang sederhana.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,”ujar Tantan.

Prinsip tersebut tidak berhenti sebagai slogan.Ia mencoba menerapkannya dalam pekerjaan jurnalistik, kepemimpinan organisasi, maupun hubungan dengan orang- orang yang ditemuinya.

Baca Juga:Ade Hendar : Program Taruna Bakti, Peserta Didik Akan Dilatih Untuk Pahami Arti Disiplin

Bagi Tantan, profesi wartawan memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan berita.Ada fakta yang harus dijaga. Ada informasi yang harus disampaikan secara bertanggung jawab. Ada pula generasi wartawan berikutnya yang perlu mendapatkan ruang untuk belajar dan berkembang.

Karena itu, perjalanan tersebut belum dianggap selesai.Menulis, bagi Tantan, bukan cuma menyusun kata menjadi berita. Menulis adalah menjaga kepercayaan publik.

Dan mengabdi berarti memastikan kata-kata yang ditulis tidak kehilangan sisi kemanusiaannya.

Infografis Ringkas: Perjalanan Tantan Sulthon Bukhawan.

1. 2002: Memulai karier jurnalistik sebagai wartawan Harian Umum Mitra Dialog.

Baca Juga:HUT Bhayangkara ke-80, Sidokkes Polres Garut Gelar Bakti Kesehatan Gratis Layani 141 Warga Cilawu

2. 2005: Bergabung dengan Harian Seputar Indonesia (Sindo).

3. Berikutnya: Melanjutkan perjalanan profesional di InilahKoran.

4. Pendidikan: Menempuh studi Komunikasi dan Penyiaran Islam hingga jenjang magister.

5. Prestasi akademik: Lulus magister dengan IPK 3,87.

6. Pengalaman publik: Pernah menjadi Tenaga Ahli Humas DPRD Kabupaten Cirebon dan konsultan media.

7. Kegiatan besar: Terlibat dalam penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV Jawa Barat.

8. Organisasi: Aktif di HMI Cabang Soreang dan Keluarga Mahasiswa Bandung.

9. Karier media: Dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi InilahKoran.

10. Organisasi profesi: Kini menjabat Sekretaris PWI Jawa Barat.

11. Prinsip jurnalistik: Kecepatan penting, tetapi berita harus dapat dipertanggungjawabkan.

12. Pandangan organisasi: PWI harus menjadi tempat wartawan bertumbuh, meningkatkan kompetensi, mendapat perlindungan, dan memperjuangkan kesejahteraan.

13. Prinsip hidup: Menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *