Tragis, Buruh Harian di Maniis Tewas Tersengat Kabel Tegangan Tinggi Saat Bangun Rumah

Petugas Polsek Maniis yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Baca Juga:Briefing, Wakil Bupati Subang Matangkan Persiapan Pawai Tatar Sunda dan ABPEDNAS 

Personel yang mendatangi lokasi di antaranya Kanit IK Polsek Maniis Aiptu Dance Horn, Brigadir Pandu Hari selaku Bhabinkamtibmas Desa Sinargalih, serta Aipda Ida Permana dari piket siaga Reskrim Polsek Maniis.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kapolsek Maniis AKP Anton Pelita mengatakan pihak kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya warga yang tersengat listrik tegangan tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas pembangunan, terutama di dekat jaringan listrik tegangan tinggi. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas untuk menghindari kejadian serupa,” ujar AKP Anton Pelita.

Baca Juga:Wawalikota Tasikmalaya Diky Chandra Hadiri Rakor Tim P3S di Bandung, Juga Temui Kepala Bappeda Jabar, Bahas Akses Jalan Ke SMAN 11

Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini juga mengingatkan masyarakat pentingnya memperhatikan standar keselamatan kerja saat melakukan aktivitas konstruksi.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan kerja, terutama saat menggunakan material berbahan logam di area yang dekat dengan kabel listrik. Pastikan jarak aman dengan jaringan listrik untuk mencegah terjadinya kecelakaan fatal,” ujar IPTU Tini Yutini.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila melakukan pembangunan di sekitar jaringan listrik guna menghindari risiko tersengat arus listrik tegangan tinggi.

Baca Juga:Mahasiswa USB YPKP Bandung Raih Juara 1 LKCT Nasional di Universitas Udayana Bali

Menurutnya, kecelakaan kerja akibat kelalaian terhadap instalasi listrik masih sering terjadi dan dapat berakibat fatal apabila masyarakat kurang memahami standar keselamatan kerja.

“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Peristiwa ini sekaligus menjadi edukasi penting bagi masyarakat tentang bahaya jaringan listrik tegangan tinggi serta pentingnya memperhatikan aspek keselamatan saat melakukan pekerjaan konstruksi maupun aktivitas di sekitar instalasi listrik,” tutur Tini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *