Perlu saya sampaikan, Kota Tasikmalaya mendapatkan bantuan sebanyak 220 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak, baik pemilik maupun penyewa, terutama yang berusia 55 tahun ke atas, untuk meringankan beban kerja, menjaga produktivitas, dan mendukung keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Semoga bantuan ini benar-benar memberikan manfaat, membantu para penerima bekerja lebih ringan dan produktif, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya. Kami berharap penyalurannya tepat sasaran dan bantuan dapat dimanfaatkan serta dirawat dengan baik.
Program ini sejalan dengan semangat Tasik PELAK dalam memperkuat ekonomi lokal dan kemandirian masyarakat. Karena itu, kolaborasi harus terus kita perluas dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dunia usaha, yayasan, komunitas, dan berbagai mitra agar semakin banyak peluang yang dapat kita hadirkan bagi masyarakat.
Hal berikutnya adalah penguatan sinergi Tasik GEMAS dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Salah satu intervensinya adalah tambahan asupan gizi berupa 2 butir telur ayam bagi ibu hamil KEK yang belum mendapatkan PMT Pangan Lokal, melalui kolaborasi dengan pengelola SPPG.
Kita tahu bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Data Dinas Kesehatan mencatat pada tahun 2025 terdapat 808 ibu hamil KEK atau 7,94 persen. Melalui sinergi Tasik GEMAS dan MBG, intervensi diarahkan kepada 200 ibu hamil KEK dengan tujuan mencegah munculnya kasus stunting baru atau zero new stunting.
Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam sinergi Tasik GEMAS dan MBG, khususnya pengelola SPPG bersama perangkat daerah terkait. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan kerja bersama agar intervensi lebih cepat dan tepat sasaran.
Saya meminta Dinas Kesehatan, DPPKB3A, DKP3, seluruh puskesmas, serta pengelola SPPG terus memperkuat kolaborasi ini. Pastikan sasaran tepat, makanan diterima dan dikonsumsi, serta kondisi ibu hamil dipantau. Yang ingin kita lihat adalah dampaknya: kesehatan ibu semakin baik, risiko stunting dapat dicegah, dan zero new stunting dapat kita wujudkan di Kota Tasikmalaya.
Kita telah memasuki bulan September. Saya meminta seluruh perangkat daerah mencermati kembali target kinerja tahun 2026, mempercepat kegiatan yang tertinggal, menyelesaikan hambatan koordinasi, dan memastikan setiap program tepat waktu, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:Bupati Subang Hadiri Milangkala Cipunagara ke-45, Disambut dengan Penampilan Silat Ciung Wanara
“Kepada seluruh ASN, mari jaga disiplin, integritas, kekompakan, dan tanggung jawab. Apa pun jabatan kita, pastikan masyarakat merasakan bahwa ketika membutuhkan pemerintah, pemerintah hadir dan mampu membantu menyelesaikan persoalan, ” paparnya.

