Ragam  

Ziarah di Puncak Sunyi: Menelusuri Petilasan Ibu Ratu Ratna Intan Dewata

Pewarta:Adas Iskandar.

Kab Garut,Halo Berita Online.Com- Diatas ketinggian dengan pemandangan Gunung Cikuray yang gagah dan hamparan kota Garut yang membentang luas, berdiri sebuah petilasan sederhana yang diyakini sebagai tempat Ibu Ratu Ratna Intan Dewata. Lokasi ini kini mulai ramai dikunjungi peziarah yang mencari ketenangan batin sekaligus keindahan alam.

Tempat yang Khidmat dengan Pemandangan Juara dari foto yang beredar, petilasan ini berada di sebuah pelataran batu alam yang ditata rapi di bibir tebing. Ada pagar kayu dan bangunan kecil beratap merah-putih yang diduga sebagai tempat utama ziarah. Tiang bendera menjulang di tengah, menambah kesan sakral.

Yang membuat tempat ini istimewa adalah lanskapnya. Langit biru cerah, awan tipis, dan Gunung Cikuray di kejauhan menciptakan suasana syahdu. Banyak peziarah mengaku lebih khusyuk berdoa karena hening dan sejuknya udara pegunungan.

Siapa Ibu Ratu Ratna Intan Dewata?

Menurut cerita yang dipercaya warga sekitar, Ibu Ratu Ratna Intan Dewata adalah tokoh spiritual atau leluhur yang dihormati di Garut. Meski catatan sejarah resminya minim, kisah lisan menyebut beliau sebagai sosok perempuan bijak yang melakukan tapa/brata di puncak ini pada masa lalu.

Baca Juga:Program TJSL, BRI Cabang Ciamis Salurkan Bantuan Paket Sembako Warga Kurang Mampu

Peziarah datang untuk “ngalap berkah”, berdoa meminta keselamatan, kelancaran rezeki, atau sekadar menenangkan pikiran. Tidak ada ritual khusus. Pengunjung biasanya membawa air, bunga, dan memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing.

Akses dan suasana untuk mencapai petilasan ini, pengunjung harus menempuh perjalanan mendaki. Jalannya cukup menantang, sehingga disarankan datang pagi hari dan memakai alas kaki yang nyaman. Meski lelah, semua terbayar saat tiba di puncak.

“Rasanya adem. Disini kita bisa berdoa sambil melihat ciptaan Allah yang luas. Hati jadi tenang,”kata Ujang Latif, salah satu peziarah asal Tarogong.

Potensi Wisata Religi.

Keberadaan petilasan Ibu Ratu Ratna Intan Dewata menambah daftar wisata religi di Garut. Jika dikelola dengan baik, tempat ini bisa menjadi tujuan ziarah sekaligus wisata alam. Warga berharap pemerintah desa dan dinas pariwisata mulai memperhatikan akses jalan, tempat istirahat, dan papan informasi sejarah agar peziarah lebih nyaman.

Baca Juga:Diky Chandra Sambut Kunjungan Ormas Al-Mumtaz Bahas Peredaran Miras, Semakin Marak di Kota Tasikmalaya 

Tips Ziarah ke Petilasan:

1. Waktu terbaik: Pagi jam 07.00-10.00 saat cuaca cerah dan belum terlalu ramai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *