“Sampaikan pada mereka, yang sudah terlanjur rumahnya pakai tembok dan mau dibongkar, saya ganti dengan rumah panggung,” tegas Om Zein disambut riuh tepuk tangan.
Komitmen ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak main-main dalam mempertahankan aset pariwisata berbasis budaya. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan bahwa generasi mendatang dan para pelancong tetap bisa menikmati lanskap eksotis Kampung Tajur yang autentik.
Mengapa Rumah Panggung Kampung Tajur Begitu Istimewa?
Ada beberapa alasan mengapa kelestarian arsitektur di Kampung Tajur sangat krusial bagi pariwisata Purwakarta:
• Desain Unik dan Langka: Kombinasi material kayu, bambu, dan atap ijuk menciptakan estetika visual yang sangat instagramable dan menenangkan.
• Ramah Lingkungan: Arsitektur rumah panggung mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga harmoni dengan alam sekitar.
• Identitas Budaya Sunda: Rumah panggung ini adalah simbol hidup dari pelestarian budaya Sunda yang masih terjaga di era modern.
Pernyataan dan gebrakan yang disampaikan oleh Om Zein tersebut langsung mendapatkan respon yang sangat antusias dan positif dari jajaran pemerintahan serta tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Mereka menilai kebijakan ini adalah langkah visioner untuk menyelamatkan sektor pariwisata daerah.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan kesadaran masyarakat Kampung Tajur untuk mempertahankan rumah panggung kayu dan bambu semakin meningkat.
Baca Juga:Secara Aklamasi, Zaenal Ihsan Kembali Terpilih Pimpin Pokja PWI Kota Bandung
Melalui sinergi antara program pemerintah, semangat mahasiswa KPPM, dan kepedulian warga, Kampung Tajur di Kecamatan Bojong siap mempertahankan predikatnya sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Barat.
Bagi Anda yang penasaran dengan keunikan atmosfer pedesaan Sunda yang asli, Kampung Tajur di Purwakarta tetap menjadi rekomendasi utama yang wajib dikunjungi sebelum eksotismenya tersapu zaman.

