“Yang kuliner, kenapa waktu beberapa bulan ke belakang ada rekor MURI terhadap Kupat Tanjung.
Nah itu merupakan bagian dari budaya, menghargai produk budaya orang tua kita yang membuat kupat tanjung dengan menggunakan air tanjung yang rasanya asin,” tambahnya.
Ia menambahkan,kita juga sudah meminta ke Kementerian untuk membedah buku tentang buku calakan Sunda, bisa di bilang Iqro nya bahasa Sunda.Itu juga merupakan bagian bagaimana melestarikan cara menulis dan membaca aksara Sunda yang saat ini sudah mulai menghilang.
“Tapi seiring berjalannya waktu kita akan terus berusaha untuk melestarikan budaya-budaya yang ada,”jelas Diky.

