Diky Chandra Berikan Materi di Kegiatan Sinergi dan Mozaik Karya Priatim, Gelaran Prodi Sejarah FKIP Unsil

“Yang kuliner, kenapa waktu beberapa bulan ke belakang ada rekor MURI terhadap Kupat Tanjung.

Nah itu merupakan bagian dari budaya, menghargai produk budaya orang tua kita yang membuat kupat tanjung dengan menggunakan air tanjung yang rasanya asin,” tambahnya.

Baca Juga:TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Perkuat Pembangunan Desa di Purwakarta

Ia menambahkan,kita juga sudah meminta ke Kementerian untuk membedah buku tentang buku calakan Sunda, bisa di bilang Iqro nya bahasa Sunda.Itu juga merupakan bagian bagaimana melestarikan cara menulis dan membaca aksara Sunda yang saat ini sudah mulai menghilang.

“Tapi seiring berjalannya waktu kita akan terus berusaha untuk melestarikan budaya-budaya yang ada,”jelas Diky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *