Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan. Selain pemeriksaan fisik hewan, petugas juga mengecek kelengkapan administrasi asal hewan ternak yang masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Polsek Plered Hadiri Peresmian Jabatan Garuda, Wujud Sinergitas TNI-Polri Di Purwakarta
Kurang lebih sudah 1.532 ekor hewan yang kami periksa dan alhamdulillah seluruhnya dalam kondisi sehat. Sampai saat ini kami belum menemukan gejala penyakit pada hewan kurban yang diperiksa.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari dokumen administrasi hingga kondisi kesehatan hewan. Petugas memastikan setiap hewan memiliki surat jalan dan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal.
Kami periksa asal hewan, kebanyakan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain dokumen administrasi, kami juga mengecek umur hewan, detak jantung, kondisi fisik, hingga memastikan hewan sudah layak untuk kurban sesuai syariat.
Pihaknya juga akan menerbitkan surat keterangan kesehatan hewan bagi ternak yang telah lolos pemeriksaan, terutama untuk kebutuhan distribusi ke luar daerah.
Meski kondisi hewan dinyatakan aman, Cecep mengakui jumlah penjualan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga:Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Muara Enim Ingatkan Pedagang Tak Mainkan Harga Sembako
“Kalau tahun lalu total penjualan sekitar 3.000 ekor sapi, sekarang memang ada penurunan. Faktor ekonomi dan harga sapi dari daerah asal yang semakin mahal menjadi salah satu penyebabnya,”jelasnya.

