Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Pimpin Apel Harganas Ke-33 Tahun 2026
Yadi juga mengaku kecewa karena hingga saat ini tidak ada klarifikasi maupun permintaan maaf dari Budi Kurnia terkait polemik yang berkembang. Menurutnya, sikap diam tersebut menunjukkan tidak adanya itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara terbuka.
Beberapa hari lalu kami telah menyampaikan kritik melalui pemberitaan, namun hingga saat ini tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan. Karena itu kami menganggap Budi Kurnia tidak memiliki itikad baik untuk memberikan klarifikasi maupun meminta maaf kepada para penyelenggara dan Dewan Pembina kami,” katanya.
Atas dasar itu, YBAN mendesak Budi Kurnia untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Jika tidak, pihaknya berencana meminta Gubernur Jawa Barat untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja yang bersangkutan.
Kami menilai dugaan pelanggaran etika yang dilakukan sangat layak menjadi bahan evaluasi. Pengunduran diri merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus contoh bagi pejabat publik lainnya,” tambah Yadi.
Ia menegaskan bahwa YBAN tidak ingin kegiatan yang diselenggarakan untuk kepentingan hiburan dan kebersamaan masyarakat justru dinodai oleh kepentingan pencitraan atau politik pribadi pihak tertentu.
Kami ingin acara publik tetap menjadi milik masyarakat, bukan menjadi sarana kepentingan pribadi siapa pun,” pungkasnya.

