Penilaian Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Perumda TRS Mengalami Kenaikan 

Data setoran PAD tercatat Rp1,51 miliar pada 2023, naik menjadi Rp1,71 miliar di 2024, dan Rp1,80 miliar pada 2025. Untuk 2026, perusahaan menargetkan setoran PAD mencapai Rp2,1 miliar.

Lukman menegaskan, pihaknya akan terus berbenah agar operasional dan pembiayaan perusahaan selaras dengan RKAP serta manajemen risiko. Salah satu fokusnya adalah optimalisasi pendapatan melalui penagihan pelanggan yang menunggak.

“Kami juga memperkuat kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Subang sebagai bagian dari upaya optimalisasi pendapatan perusahaan,” jelasnya.

Baca Juga:Ketua Umum YBAN Desak Budi Kurnia Mundur, Soroti Dugaan “Penumpang Gelap” dalam Acara Harmoni Tanpa Batas HUT Ciamis ke-384

Langkah strategis lain yang ditempuh adalah pembentukan Tim Verifikator Pembaca Meter. Tim ini dibentuk untuk memastikan akurasi pencatatan pemakaian air, menekan kehilangan air nonfisik, dan memastikan seluruh air terdistribusi tercatat dan bisa ditagih.

Selain itu, penguatan pelayanan juga difokuskan kepada pelanggan sektor industri yang dinilai punya kontribusi besar terhadap pertumbuhan pendapatan.

Dengan rangkaian strategi tersebut, Perumda TRS optimistis dapat meningkatkan efisiensi, menjaga kesehatan perusahaan, dan memberikan layanan air minum yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan profesional bagi masyarakat Subang.

Baca Juga:Wali Kota Tasik Buka Pelatihan Penegakan Larangan Display Produk Tembakau dan Rokok Elektronik di Tempat Penjualan

Ke depan, hasil evaluasi BPKP akan menjadi acuan utama perusahaan dalam menyusun perbaikan berkelanjutan di bidang keuangan, operasional, pelayanan, hingga pengembangan SDM. Targetnya, Perumda TRS terus tumbuh sebagai BUMD yang sehat, akuntabel, dan memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *