Data setoran PAD tercatat Rp1,51 miliar pada 2023, naik menjadi Rp1,71 miliar di 2024, dan Rp1,80 miliar pada 2025. Untuk 2026, perusahaan menargetkan setoran PAD mencapai Rp2,1 miliar.
Lukman menegaskan, pihaknya akan terus berbenah agar operasional dan pembiayaan perusahaan selaras dengan RKAP serta manajemen risiko. Salah satu fokusnya adalah optimalisasi pendapatan melalui penagihan pelanggan yang menunggak.
“Kami juga memperkuat kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Subang sebagai bagian dari upaya optimalisasi pendapatan perusahaan,” jelasnya.
Langkah strategis lain yang ditempuh adalah pembentukan Tim Verifikator Pembaca Meter. Tim ini dibentuk untuk memastikan akurasi pencatatan pemakaian air, menekan kehilangan air nonfisik, dan memastikan seluruh air terdistribusi tercatat dan bisa ditagih.
Selain itu, penguatan pelayanan juga difokuskan kepada pelanggan sektor industri yang dinilai punya kontribusi besar terhadap pertumbuhan pendapatan.
Dengan rangkaian strategi tersebut, Perumda TRS optimistis dapat meningkatkan efisiensi, menjaga kesehatan perusahaan, dan memberikan layanan air minum yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan profesional bagi masyarakat Subang.
Ke depan, hasil evaluasi BPKP akan menjadi acuan utama perusahaan dalam menyusun perbaikan berkelanjutan di bidang keuangan, operasional, pelayanan, hingga pengembangan SDM. Targetnya, Perumda TRS terus tumbuh sebagai BUMD yang sehat, akuntabel, dan memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah.

