Kang Akur mengapresiasi Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Department of State bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan, karena program ini akan mengakselerasi kesiapsiagaan dan deteksi dini zoonosis dan penyakit infeksi baru.
“Apresiasi bagi Pemerintah Amerika melalui DoS bersama Kementan dan Kemenkes yang akan mengakselerasi kapasitas kseiapsiagaan deteksi dini, surveillance berkelanjutan, dan integrasi data penyakit untuk mewujudkan kesehatan global,”katanya.
Baca Juga:Kapolres Purwakarta Rangkul Insan Media, Perkuat Sinergi Untuk Jaga Kamtibmas dan Tangkal Hoaks
Kang Akur menilai, dipilihnya Kabupaten Subang sebagai salah satu daerah prioritas adalah karena Kabupaten Subang merupakan salah satu lanskap strategis dalam ketahanan pangan daerah dan nasional.
“Kabupaten Subang memliki lanskap strategis dalam ketahanan pangan karena merupakan salah satu sentra industri unggas di Jawa Barat,”imbuhnya.
Kang Akur menegaskan kesehatan ternak di Kabupaten Subang sangat penting karena tidak hanya menjadi sumber pangan dan protein namun juga merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat Kabupaten Subang.
“Ayam broiler di Kabupaten Subang pada 2025 melampaui 13 juta ekor. Dengan skala usaha masif dan perputaran yang besar tentu menopang ekonomi masyarakat dan sumber protein. Di balik itu semua ada kerentanan dan resiko biologis yang tidak boleh diabaikan,”tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kang Akur juga mengingatkan ancaman zoonosis dan penyakit infeksi baru di tengah perkembangan daerah yang harus diantisipasi sejak awal.
“Tantangan ini makin nyata seiring pesatnya pembangunan Kabupaten Subang. Jika ancaman zoonosis dan PIB tidak dikelola dengan mitigai yang tangguh, dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat namun bisa melumpuhkan perekonomian daerah,” tuturnya.
Terakhir, Kang Akur yakin Pembentukan Tim Koordinasi Daerah Kabupaten Subang akan menjadi kekuatan besar dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksi baru di Subang.
“Tikorda akan menjadi kekuatan besar untuk dimanfaatkan melalui dinas teknis daerah.” Tutup Kang Akur.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Kementerian terkait secara daring, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Puskesmas, dan tamu undangan lainnya.

